Dia berlalu di hadapan saya tanpa melihat saya sama sekali
Karena kesal saya mulai mengatakan pada sahabat saya kalau gebetannya stres namun sahabat saya hanya tersenyum
Keesokan harinya saya bertemu lagi di sekolah namun kami hanya ekskul...
Tapi dia juga ada di eskul yang saya ikuti, sesampai saya di gerbang sekolah dia tersenyum pada saya karena masih jengkel dengan perlakuannya kemarin saya hanya berlalu tanpa tersenyum
Namun sahabat saya malah memperkenalkan saya pada dia dan mengatakan jika dia butuh bantuan saya karena saya bisa mencari jalan keluar dari masalahnya..
Disanalah awal kedekatan saya dengan suarman
Sampai akhirnya kami menjalin hubungan(pacaran)
Kami berbeda RAS dan keyakinan, saya muslim dan dia non muslim namun awal nya tidak menjadi permasalahan...
Sampai akhirnya kami lulus sekolah, kami masih berhubungan baik walaupun tidak lagi bersama...
Setelah lulus sekolah kami mulai berfikir realistis karena perbedaan keyakinan dan juga karakternya yg masih sangat labil, keras kepala, emosianal, yg membuat saya berfikir bagaimana harus mempertahankan dia jika dia slalu membuat saya sakit, menangis, dan lelah..
Sampailah pada titik lelah saya, saya mulai berfikir untuk tidak lagi berharap pada ketidak pastiaannya..
Saya mencintai dia, sangat bahkan sangat namun keadaan dan kondisi membuat kami harus menempuh perpisahan
Hingga hal yg saya sesalkan terjadi kecelakaan maut yg merenggut dia selamanya dari saya terjadi 18 juni 2014
Awal kehancuran saya dimulai semenjak saat itu sampai cobaan demi cobaan datang bertubi pada saya yg tidak mungkin saya ceritakan smuanya...
Namun tuhan memberikan saya satu kesempatan untuk bahagia
Saya menemukan seseorang yg bisa bersama saya dalam keadaan sulit hingga sekarang...
Dia yg selalu senantiasa menjaga dan melindungi saya...
Dia yg tidak pernah meninggalkan saya di saat keluarga, sahabat, teman, dan suarman meninggalkan saya
Namun dia tetap setia ada untuk menunjukkan pada saya bahwa kebahagiaan lain masih ada untuk menyambut saya...
Hingga saat ini saya masih belajar untuk kembali bangkit dari keterpurukan saya dan kembali menata hidup yg lebih baik...
Perjuangan hidup saya tidak mudah itu yg membuat semangat saya kembali hidup untuk melanjutkan perjalanan yg saya tunda karena dunia tidak akan berhenti berputar, itu yg menjadi alasan saya bertahan...
Saya ingin kembali melanjutkan hal yg sempat saya tunda, dahulu saya bercita" menjadi penulis dan itu juga harapan dan keinginan terbesar Alm. Suarman untuk melihat saya menjadi penulis...
Walaupun terlambat menyadari bahwa hidup tidak akan berhenti hanya dengan kepergian seseorang..
Lebih baik mencoba dari pada tidak sama sekali...
Itu cerita singakat perjalanan hidup saya...
Jika teman medsos nantinya membaca blog saya maka jangan anggap saya cengeng atau curhat di medsos ya...
Saya hanya kembali belajar dan mengenang lembar demi lembar cerita hidup saya...
Semoga saya bisa menjadi orang yg baik kelak...
Amiinnnn....😃😃
Selasa, 03 Januari 2017
Lanjutan NOSTALGIA saya karena ngetik nya di HP
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar